Hatta Rajasa Minta Pertemuan Jokowi-Ical Jangan Disalahartikan

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa mengatakan, jangan memaknai lain pertemuan Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical. Pertemuan jangan disalahartikan dengan merapatnya partai Koalisi Merah Putih (KMP) ke kubu Jokowi.

“Ya itulah, kita kadang-kadang sesuatu suka kita maknai lain. Misalkan dulu ketika saya memberikan ucapan selamat kepada Pak Jokowi dibilang jangan-jangan mau merapat,” ujar Hatta di ruang Fraksi PAN di Gedung DPR, Rabu (15/10/2014).

Hatta pun meminta semua pihak memberi kesempatan kepada Jokowi untuk membangun pemerintahannya dengan baik dan sukses ke depannya.

Selain itu, Hatta mengatakan para anggota DPR dari Koalisi Merah Putih akan melakukan check and balances yang tentunya bakal menguntungkan rakyat. “Yang tidak boleh itu politik jegal-menjegal. Itu tidak boleh,” ujar Hatta yang berpasangan dengan Prabowo Subianto pada Pilpres 9 Juli 2014.

Hatta menjelaskan apa yang dilakukan oleh Jokowi merupakan hal baik, bahkan dari sisi agama. “Menurut saya pertemuan, silaturahmi itu baik bahkan dianjurkan agama,” tutur Hatta.

Di sisi lain, Hatta menegaskan akan hadir jika memang mendapat undangan pelantikan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai Presiden-Wakil Presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang. Ia pun menjamin partainya akan mendukung pelantikan Jokowi.

“Fraksi PAN seluruhnya harus hadir (pelantikan Jokowi), wajib hadir sudah instruksi saya itu. Karena itu agenda yang harus kita sukseskan. Setiap pergantian kepemimpinan nasional harus berwibawa, terhormat, sukses, baik dan itu harus menjadi tradisi bagi bagus ini sampai kapan pun,” jelas dia.

Jokowi dan Ical ngopi bersama di Galeri Seni Kunstkring, Menteng, Jakarta Pusat Selasa 14 Oktober malam. Dalam pertemuan tersebut, Ical menyatakan ia dan partainya tetap‎ berada di Koalisi Merah Putih. (Mvi)