HUT ke-16, Komnas Perempuan Minta Kado Ini dari Jokowi

Liputan6.com, Jakarta – Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menginjak usia ke-16. Lembaga perlindungan perempuan ini pun berharap pemerintahan Jokowi-JK dapat memperjuangkan dengan baik hak-hak perempuan, termasuk korban kekerasan 1998.

“Kami mengambil momen karena minggu depan presiden baru akan dilantik, kami berharap bisa memberikan poin penting untuk pemerintah yang baru,” kata Wakil Ketua Komnas Perempuan Desti Murdjiana, dalam rangkaian acara ulang tahun ke-16 Komnas Perempuan, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (15/10/2014).

Desti mengatakan, paling tidak, di akhir masa jabatan komisioner Komnas Perempuan periode 2010-2014, ada hal yang disampaikan kepada presiden baru Joko Widodo untuk dapat menjadi pertimbangan. Sedikitnya ada 4 agenda utama Komnas Perempuan yang berharap bisa terwujud selama pemerintahan baru.

“Pertama memastikan penyelenggara negara tidak menjadi pelanggar HAM dan pelaku kekerasan terhadap perempuan. Kedua memastikan perlindungan kepada korban,” ungkap Desti.

“Ketiga ada upaya signifikan penghapusan kekerasan perempuan, dan keempat pemerintah memperkokoh lembaga perempuan, kementerian pemberdayaan perempuan, Komnas Perempuan maupun NGO yang selama ini dianggap tidak penting,” imbuh dia.

Penguatan Komnas Perempuan dinilai sangat penting. Sejauh ini, pemerintah dianggap abai dan memandang sebelah mata berbagai lembaga perlindungan perempuan. Hasilnya, tidak ada perhatian khusus yang bagi perlindungan perempuan.

“Kalau lembaga ini dianggap tidak penting bagaimana bisa memberikan perhatian maksimal bagi perlindungan perempuan,” ujar Desti.

Dari seluruh agenda penting itu, paling tidak ada 2 pokok yang harus mendapat perhatian khusus dan segera ditindaklanjuti pemerintah kedepannya. Pertama kekerasan perempuan dan kekerasan seksual pada perempuan.

“Kekerasan seksual terhadap perempuan saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Ini yang harus jadi perhatian pemerintah,” ucap Desti.

Rangkaian acara ulang tahun ke-16 Komnas Perempuan diisi berbagai materi diskusi tentang perlindungan anak. Puncaknya, Komnas Perempuan akan memberikan penghargaan khusus kepada mantan Presiden BJ Habibie sebagai sosok yang membentuk Komnas Perempuan setelah reformasi.