Tjahjo PDIP: Arak-arakan Jokowi Ide Rakyat Bukan Partai

Liputan6.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, arak-arakan usai pelantikan Jokowi dan JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih bukan arahan dari partai. Menurut Tjahjo, rencana itu dicetuskan masyarakat dan relawan Jokowi-JK.

“Partai dan Pak Jokowi tidak pernah menggerakkan masyarakat dan relawan untuk hadir. Kalau besok (saat pelantikan) ada sejumlah relawan pawai itu peran dari masyarakat, termasuk musisi di Monas. Kan tidak hanya di Jakarta, tapi di seluruh daerah itu semua pesta rakyat, jelas semua akan senang,” kata Tjahjo di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (15/10/2014).

Tjahjo memastikan pelantikan presiden dan wakil presiden akan berlangsung baik. Sebab, imbuh dia, Ketua MPR Zulkifli Hasan telah mengatur pelantikan berjalan sempurna.

“Pelantikan presiden dan wapres dari sisi ketatanegaraan tidak ada masalah. Karena Ketua MPR berjanji ada komunikasi baik, juga pihak TNI-Polri serta peran SBY yang dengan baik menyambut hal tersebut,” tutur Tjahjo.

Ditanya soal kedewasaan politik bagi yang tidak hadir saat pelantikan, terutama politisi dari Koalisi Merah Putih, Tjahjo menjawab santai. “Kedewasaan politik itu kan tidak diukur dengan datang atau tidaknya. Bisa melalui apa pun, mengucapkan selamat dengan bunga, menggunakan media sosial juga bisa,” pungkas Tjahjo.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Sutarman memperbolehkan relawan Jokowi untuk melakukan arak-arakan saat pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih nanti.

Namun, arak-arakan tersebut hanya bisa dilakukan dari Bundaran HI sampai Istana. “Dari HI, nggak papalah ke istana, dari HI menuju istana,” ujar Sutarman.

Pelantikan Jokowi-JK berlangsung pada 20 Oktober mendatang. Menurut agenda, usai dilantik pasangan presiden dan wakil presiden yang diusung PDIP, Partai Nasdem, PKB, dan Partai Hanura itu, akan menggunakan kereta kencana menuju Istana Negara untuk bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mengakhiri jabatannya. (Ans)